Mendagri: Presiden Jokowi Sangat Berkomitmen Bangun Papua dan Papua Barat | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mendagri: Presiden Jokowi Sangat Berkomitmen Bangun Papua dan Papua Barat

Posted by On 4:33 PM

Mendagri: Presiden Jokowi Sangat Berkomitmen Bangun Papua dan Papua Barat

Carlos KY Paath / AO Kamis, 4 Oktober 2018 | 00:59 WIB

Maybrat - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat berkomitmen membangun Papua dan Papua Barat. Presiden Jokowi tercatat sudah delapan kali mengunjungi Tanah Papua. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kumurkek, Maybrat, Papua Barat, Rabu (3/10).

“Salam hormat dari Bapak Presiden. Beliau satu-satunya Presiden yang sudah delapan kali berkunjung ke Papua dan Papua Barat. Beliau mempunyai tekad untuk membangun Papua dan Papua Barat,” kata Tjahjo saat menyampaikan sambutan pada Upacara Perdamaian Adat Masyarakat Maybrat.

Menurut Mendagri, Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya membangun hubungan tata kelola pemerintahan pusat dan daerah semakin efektif sekaligus efisien. Presiden juga ingin mem percepat reformasi birokrasi dalam rangka memperkuat otonomi daerah.

Tjahjo berharap agar sarana dan prasarana pembangunan di Maybrat dapat segera dibangun pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. “Percepat pembangunan. Kecamatan harus ada puskesmas, dokter, perawat, termasuk obat-obatan. Sekolah-sekolah dan pasar tradisional juga harus dibangun,” ujarnya.

Ditambahkan, adat istiadat di Maybrat juga sepatutnya dilestarikan. Sebab, kekuatan masyarakat Maybrat salah satunya terletak pada segi adat istiadat. “Adat kita menjunjung tinggi bersama. Maybrat boleh maju, tetapi tidak boleh meninggalkan adat,” ujarnya.

Tjahjo menuturkan, kepala daerah serta anggota DPRD perlu mendengarkan masukan dari para pimpinan dan masyarakat adat. Setiap pengambilan keputusan politik, pembangunan sekecil apa pun, sepatutnya mengedepankan dialog. “Dengarkan aspirasi masyarakat adat. Libatkan juga kapolda sampai kapolsek, pangdam sampai danramil, ada kajati dan kajari. Ini haru s dijadikan satu kekuatan. Tingkatkan konektivitas dengan daerah tetangga,” tuturnya.


Sumber: Suara PembaruanSumber: Berita Papua Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »