Mendagri Hadiri Upacara Perdamaian Adat di Maybrat, Papua Barat | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mendagri Hadiri Upacara Perdamaian Adat di Maybrat, Papua Barat

Posted by On 3:23 AM

Mendagri Hadiri Upacara Perdamaian Adat di Maybrat, Papua Barat

Carlos KY Paath / WBP Rabu, 3 Oktober 2018 | 15:37 WIB

Maybrat - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri langsung upacara perdamaian adat masyarakat di Kumurkek, Maybrat, Papua Barat (3/10). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka berakhirnya polemik tata letak ibu kota Maybrat.

"Ini hari membahagikan kita semua. Kuncinya ternyata masyarakat adat di Maybrat punya semangat bersatu, bersaudara, musyawarah untuk mempercepat pembangunan di Maybrat," kata Tjahjo dalam sambutannya.

Upacara dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Maybrat Bernard Sagrim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Papua Barat dan Maybrat serta tim rekonsiliasi. Ribuan masyarakat Maybrat dan aparatur sipil negara (ASN) memadati alun-alun tempat upacara berlangsung.

" Kita berkumpul di alun-alun Kabupaten Maybrat, karena berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Terbangunnya, terbentuknya Kabupaten Maybrat sampai hari ini ada rekonsiliasi puncaknya, bukan keinginan pemerintah pusat, pak gubernur, pak bupati, pak sekda, tapi keinginan tokoh-tokoh adat anggota adat dan semua yang ada di Kabupaten Maybrat," ujar Tjahjo.

Ia menyatakan, Maybrat dibentuk dan dibangun atas upaya jerih payah pikiran, serta gotong-royong seluruh masyarakat adat. Kuncinya persatuan dan kesatuan. "Musyarawah adat harus dikedepankan. Maybrat harus maju. Jangan mau kalah dengan Sorong, Manokwari," tegasnya.

Tjahjo sempat melakukan penanaman pohon perdamaian. Tujuannya agar menjadi semangat untuk terus menjaga perdamaian. Tjahjo juga dijelaskan terkait denah pembangunan gedung instansi pemerintahan di Kumurkek. Jumlah dana yang dikeluarkan sebanyak Rp 221 miliar.

Tjahjo menyaksikan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sekaligus menyera hkann e-KTP kepada perwakilan masyarakat. Hal ini menunjukkan seluruh pelayanan publik berada di Kumurkek, ibu kota Maybrat. "Masalah perbedaan pendapat tentang ibu kota Kabupaten Maybrat oleh pemangku kepentingan di Ayamaru dan Kumurkek telah berlangsung cukup lama yaitu sejak proses pengusulan DOB (daerah otonom baru) Maybrat pada tahun 2007. Terus berlangsung selama kurang lebih 11 tahun," kata Bernard.

Ditambahkan, kisruh berdampak pada kehidupan dan budaya orang Maybrat. Ia mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berterima kasih kepada Mendagri. "Sehingga hari ini kisruh letak ibu kota boleh dapat diakhiri yang ditandai proses denda adat dan penandatanganan akta damai," ungkapnya.


Sumber: Suara PembaruanSumber: Berita Papua Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »