GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat

Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat

Login/Daftar�������������������������������������������…

Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat

close Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
    • Interaktif
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Be rita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
    • Infografis
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat
  • Selasa, 23 Oktober 2018 â€" 14:21
  • 12x views
Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat Berdasarkan temuan-temuan diatas, tim Pantau gambut bersama panah Papua mendesak para pemangku kepentingan untuk mempercepat revisi RTRW Papua Barat yang mengakomodasi visi provinsi konservasi Papua Barat. Sulfianto Alias direktur Panah Papua (Jubi/Hans Arnold Kapisa) Hans Kapisa [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Obituari: "Selamat tidur Mama, perjuanganmu bangunkan kami!" Features | Minggu, 21 Oktober 2018 | 13:30 WP B utuh komitmen kuat jaga hutan Papua beserta isinya Features | Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:57 WP Dilintasi 16 patahan lokal, Papua dan Papua Barat rawan gempa Features | Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:47 WP Pesan peduli sampah dari pita suara Kopena Features | Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Larangan pembukaan lahan baru dan eksploitasi lahan gambut, belum dijalankan secara optimal di Papua Barat. Hal ini ditegaskan setelah Simpul Jaringan Pantau Gambut Papua (SJPG) bersama tim menemukan bahwa salah satu pemegang konsesi di Kabupaten Fakfak dan Teluk Bintuni, yaitu PT. Rimbun Sawit Papua (PT.RSP), telah keliru dalam melaksanakan uji tanah, sehingga areal kerjanya dikeluarkan dari wilayah moratorium pembukaan dan eksploitasi lahan gambut.

Temuan SJPG Papua menunjukkan, PT. RSP untuk mendapatkan izin konsesi dengan menyertakan sampel tanah mineral. Namun, setelah tim gabungan melakukan investigasi lapangan dan melakukan uji laboratorium terhadap sampel tanah di areal PT.RSP, membuktikan bahwa sebagian areal konsesi PT.RSP berada di atas lahan gambut.

"Dalam uji tanah yang dilakukan berdasarkan uji laboratorium di Universitas Papua (Unipa) menunjukkan bahwa sebagian areal konsesi perusahaan tersebut berada diatas lahan gambut,” ujar kordinator SJPG Papua Barat, Yohanes Akwan di Manokwari, Senin (22/10/2018).

Sulfianto Alias, Direktur Panah Papua di Manokwari menambahkan, selain persoalan pemalsua n dokumen perizinan, tim mereka juga menemukan adanya penolakan dari masyarakat adat Suku Irarutu terkait keberadaan perkebunan sawit tersebut, karena PT.RSP tidak melaksanakan proses PADIATAPA dan tidak melibatkan tiga kelompok marga pemilik hak ulayat pada sebagian areal PT.RSP.

Berdasarkan temuan-temuan diatas, tim Pantau gambut bersama panah Papua mendesak para pemangku kepentingan untuk mempercepat revisi RTRW Papua Barat yang mengakomodasi visi provinsi konservasi Papua Barat.

“Pemerintah perlu mencegah potensi korupsi dalam revisi PIPPIB, karena besar kemungkinan ada perusahaan lain diluar PT.RSP yang melakukan hal serupa,” ujar Sulfianto.

Pihaknya juga meminta KPK untuk menindaklanjuti kasus ini. Hal ini mengingat KPK sudah kerjasama dengan Pemerintah Papua Barat untuk mengawasi sumberdaya alam di Papua Barat.

"Ini saatnya KPK tunjukan taringnya di Papua Barat, dari sisi kerja LSM akan selalu mendukung KPK dalam rangka penyel amatan sumber daya alam Papua Barat,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) September lalu telah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam hal pengawasan sumber daya alam di Papua Barat.

Hal itu menunjukkan keseriusan KPK dalam mengawasi berbagai praktek pelanggaran yang dilakukan terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara ilegal dan masif.

Laode M.Syarif, wakil ketua KPK saat melakukan penandatangananan kerjasama pada 20 September lalu mengatakan, sumber daya alam Papua Barat rawan dikorupsi, oleh karena itu perlu ada kerjasama dengan Pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan sumber daya alam di sektor Kehutanan, Pertambangan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

SJPGP nilai ada pelanggaran ekosistem gambut di Papua

Selanjutnya

Mandacan minta OPD segera tindaklanjuti hasil audit BPK

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Aksi Tutup Freeport, Sejumlah Aktivis GARDA-P Ditanggkap.
Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:38
Diproduksi : West Papua Updates Masyarakat Sipil Papua Menentang Izin Perkebunan Sawit Di Nabire
Jumat, 24 Agustus 2018 | 20:16
Diproduksi : West Papua Updates @agustus2018 Story Map : Enam pelanggaran lingkungan yang dilakukan Freeport
Sabtu, 02 Juni 2018 | 08:45
Diproduksi : JUBI Dominasi Tanah Papua di laga Persebaya VS Persipura
Rabu, 30 Mei 2018 | 11:07
Diproduksi : JUBI Pembunuhan misterius OAP selama tahun 2015-2016
Senin, 28 Mei 2018 | 12:16
Diproduksi : admin MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Senin, 28 Mei 2018 | 04:59
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) ‹ › Terkini
  • Mandacan minta OPD segera tindaklanjuti hasil audit BPK

    Domberai â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:27 WP
  • Investigasi SJPG temukan indikasi korupsi lahan gambut di Papua Barat

    Domberai â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:21 WP
  • SJPGP nilai ada pelanggaran ekosistem gambut di Papua

    Domberai â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:13 WP
  • Hutan sagu yang sedang terancam: Sebuah potret konversi hutan dan lahan di Sentani

    Koran Jubi â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:40 WP
  • Sekda Lanny Jaya: Jika masyarakat jamin keamanan, tak masalah pasukan ditarik

    Polhukam â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 05:36 WP
  • DPR Papua terima aspir asi mahasiswa Lanny Jaya di halaman asrama

    Polhukam â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 03:56 WP
  • RS Dian Harapan gelar operasi katarak gratis di Kabupaten Sarmi

    Penkes â€" Selasa, 23 Oktober 2018 | 00:39 WP
  • Regulasi khusus untuk pedagang OAP

    Ekonomi â€" Senin, 22 Oktober 2018 | 21:16 WP
  • Setelah RSUD Kwaingga meraih akreditasi D

    Koran Jubi â€" Senin, 22 Oktober 2018 | 21:08 WP
  • PKBM Rerei gelar pelatihan mer ajut noken

    Jayapura Membangun â€" Senin, 22 Oktober 2018 | 20:57 WP
Populer Ini bukti rekaman pembunuhan wartawan Saudi Dunia |â€" Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4949x views Teror tembakan di asrama mahasiswa Papua, Kamasan II Bandung Polhukam |â€" Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4333x views Mahasiswa tolak pembangunan Armada III TNI AL di Werur, Tambrauw Domberai |â€" Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4078x views Puluhan pimpinan OPD dipastikan bakal non job Otonomi |â€" Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2536x views Oknum TNI diduga jual amunisi, Ruben Magai: Itu lagu lama Polhukam |â€" Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2482x views STOP PRESS
  • 3 B: Binomo, Opsi Biner, dan Bitcoin (Trading Mata Uang Kripto)

    Selasa, 09 Oktober 2018 | 17:59 WP
  • 6 Alasan Mengapa Karyawan Bisa Betah Bekerja di Perusahaan

    Rabu, 09 Oktober 2018 | 17:34 WP
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Berita Papua Barat

No comments