Ibu-ibu di Fakfak Papua Barat Raup Puluhan Juta dengan Membuat Abon Ikan | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ibu-ibu di Fakfak Papua Barat Raup Puluhan Juta dengan Membuat Abon Ikan

Posted by On 5:53 AM

Ibu-ibu di Fakfak Papua Barat Raup Puluhan Juta dengan Membuat Abon Ikan

Ibu-ibu di Fakfak Papua Barat Raup Puluhan Juta dengan Membuat Abon Ikan

Keuntungan dari penjualan abon ikan tersebut mereka gunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya dan membeli peralatan rumah tangga.

Ibu-ibu di Fakfak Papua Barat Raup Puluhan Juta dengan Membuat Abon IkanKOMPAS.COMIbu-ibu di Kampung Taver Pulau Arguni, Fakfak, Papua Barat, mengolah ikan segar menjadi abon

TRIBUNJOGJA.COM - Ibu-ibu di Kampung Taver mengolah abon ikan laut hasil tangkapan para nelayan di Pulau Arguni.

Keuntungan dari penjualan abon ikan tersebut mereka gunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya dan membeli peralatan rumah tangga.

Tak tanggun g-tanggung, setiap 3 bulan sekali, ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok Safunit Jaya ini bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 27 juta.

Ketua Kelompok Safunit Jaya, Nursai Baue (44) mengungkapkan, aktivitas ini sudah mereka lakukan sejak 3 tahun terakhir.

Awalnya, mereka bekerja di ladang menanam kacang tanah untuk diolah menjadi selai kacang lalu dijual ke luar pulau. Namun, mereka banting sentir mengolah abon ikan setelah melihat peluang berlimpahnya hasil tangkapan ikan para suami yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

“Saat itu kami dapat pelatihan membuat produk ikan termasuk pentolan juga. Tapi pentolan tidak awet, akhirnya kami fokus pada pembuatan abon ikan kering. Sehingga bisa disimpan tidak langsung harus dijual Jadi kemungkinan rugi kecil,” jelas ibu enam anak itu, Sabtu (25/8/2018).

Ibu-ibu di Pulau Arquni, Fakfak, Papua Barat, me   ngolah ikan sekar menjadi abon
Ibu-ibu di Pulau Arguni, Fakfak, Papua Barat, mengolah ikan segar menjadi abon ()

Dalam sekali produksi, mereka menggunakan ikan segar sebanyak 100 kilogram. Ikan yang digunakan juga bermacam-macam, disesuaikan dengan hasil tangkapan nelayan.

Ikan yang biasa digunakan seperti ikan tengiri, ikan kakap merah, ikan mulut tikus atau ikan bubara. Ikan tersebut mereka beli dengan harga antara Rp 15 ribu per kilogram, hingga termahal ikan kakap merah yang mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Dari sebanyak 40 kilogram ikan segar, akan diperoleh 11 kilogram abon ikan kering yang kemudian dikemas dengan bungkus plastik kemasan kecil dan besar.

“Untuk kemasan kecil harganya Rp 25 ribu sedangkan yang besar Rp 50 ribu. Di kemasan juga kami kasih keterangan abon tersebut dibuat dari ikan apa. Jadi yang konsumsi tahu apakah tengiri atau ikan kakap merah,” jelas Nursai.

Halaman selanjutnya 12 3
Editor: iwanoganapriansyah Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Detik-detik sebelum Tewas Dibegal, Mahasiswi Bandung Sempat Berencana Salat Tahajud Sumber: Berita Papua Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »