Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap ... | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap ...

Posted by On 8:39 PM

Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap ...

Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap Sekolah

Chanry Andrew Suripatty

loading...
Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap Sekolah
Guru SD Negeri 21 Aimas, Kabupaten Sorong, Papua, menyewa angkot untuk mengantar-jemput siswa agar mau bersekolah. FOTO/iNews/CHANRY ANDREW SURIPATTY
A+ A- SORONG - Dana otonomi khusus yang dikucurkan ke Provinsi Papua Barat belum berdampak signifikan pada kondisi pendidikan di wilayahnya. Anak-anak Kampung Usili, Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong belum menikmati pendidikan layak.
Tidak adanya gedung permanen di Kampung Usili, membuat anak-ana k terpaksa bersekolah di luar kampung dengan jarak yang cukup jauh, sekitar 3 kilometer, yakni di SD Negeri 21 Aimas. Para siswa juga tidak memiliki kendaraan untuk antar-jemput.
Atas kondisi ini, kepala sekolah dan guru setiap hari menjemput dan mengantar pulang siswa menggunakan angkot sewaan. Kepala sekolah dan guru patungan untuk menyewa angkutan tersebut. Total ada 32 siswa SD yang setiap hari diantar-jemput.
"Setiap pagi kita harus jemput anak-anak pergi ke sekolah induk, karena di ruang belajar mereka yang tadinya sekolah alam itu, tidak memadai lagi untuk belajar. Kira-kira jarak dari sini ke sekolah induk itu 3 kilometer, tidak mungkin anak-anak ini jalan kaki," kata Kepala SD Negeri 21 Aimas, Margaretha Arobaya, Rabu (29/8/2018).
Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap Sekolah
Selain masalah jarak, kendala lain yang dihadapi adalah para siswa sering kali tidak mau berangkat sekolah jika tidak diantar oleh orang tuanya. Padahal kebanyakan orang tua tidak bisa mengantarkan anak-anaknya karena harus bekerja sebagai penggali batu sungai dan penjual kayu mangrove. Apalagi keadaan 60 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Usili, rata-rata hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan kondisi seperti itu, para guru setiap pagi datang menjemput ke rumah siswa. Mereka merayu dengan jajan atau uang agar siswanya mau bersekolah. Para guru juga melakukan pendekatan kepada para orang tua siswa agar mengizinkan anaknya bersekolah.
Menurut Margaretha, pada 2017, dirinya pernah mengusulkan kepada Pemkab Sorong untuk mendapatkan satu unit bus sekolah. Namun hingga kini usulan tersebut direspons. "Hingga kini belum juga mendapatkan jawaban dari para pemangku kepentingan," tutur Margaretha dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, anak-anak kampung Usili berharap pemerintah memperhatikan kondisi pendidikan di Kampung Usili. Mereka juga m eminta kepada Presiden Joko Widodo bus sekolah dan membangun gedung sekolah yang layak di kampung mereka. "Jalan kaki capek, kami minta mobil karena jalan jauh dan minta sekolah," kata Johni dan kawan-kawannya.
Perjuangan Guru SD di Sorong, Sewa Angkot Agar Siswa Tetap Sekolah(amm)Sumber: Google News | Liputan 24 Sorong

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »