Tentara Pembebasan Papua Barat akui tembak mati tiga warga sipil | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tentara Pembebasan Papua Barat akui tembak mati tiga warga sipil

Posted by On 3:26 PM

Tentara Pembebasan Papua Barat akui tembak mati tiga warga sipil

Merdeka > Dunia Tentara Pembebasan Papua Barat akui tembak mati tiga warga sipil Kamis, 28 Juni 2018 16:38 Reporter : Ira Astiana Pesawat udara Twin Otter Trigana Air. Liputan6

Merdeka.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat mengklaim bertanggung jawab atas penembakan mematikan di Kabupaten Nduga Senin (25/6) lalu. Pasukan bersenjata itu menargetkan pesawat p engangkut polisi paramiliter, hingga menewaskan tiga warga sipil.

BERITA TERKAIT
  • Wiranto ingin Pilkada 2018 di Papua dan Papua Barat berlangsung damai
  • Hitung cepat LSI: Dominggus-Lakotani unggul 54% Pilkada Papua Barat
  • Surat suara kurang, pencoblosan di Sorong dihentikan sementara

Mereka melancarkan serangan terhadap pesawat Twin Otter milik Trigana Air yang saat itu sedang membawa 18 personel Brimob yang bertugas mengamankan pilkada serentak di wilayah terpencil tersebut.

Selain korban tewas, pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil juga mengalami luka akibat serpihan peluru saat terjadi baku tembak.

Dilansir dari laman Radio NZ, Kamis (28/6), tentara separatis membenarkan telah menembak ketiga warga sipil akibat pelurunya yang salah sasaran, termasuk anak-anak.

"Tembakan awalnya menyasar ayah si anak, tetapi saat itu sang anak panik dan memeluk ayahnya. Peluru itu kemudia mengenai pipinya," ; ujar tentara separatis itu.

Dilaporkan pula bahwa korban tewas merupakan pendatang asal Sulawesi Selatan yang juga merupakan pedagang di Kota Nduga.

Sementara itu, juru bicara tentara separatis Papua, Sebby Sambom, berdalih bahwa mereka menembak karena korban mengeluarkan pistol.

"Orang itu telah mengambil pistol dan menembak Tentara Pembebasan Papua. Oleh karena itu, kami menembaknya. Si istri dan anaknya kami tembak karena memeluk dia," jelas Sambom.

Sambom mengakui penembakan terhadap anak kecil itu adalah ketidaksengajaan. Namun dia menuding ayah si anak adalah pendatang dari wilayah lain yang merupakan agen intelijen yang menyamar untuk membantu tentara Indonesia. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Wapres JK ingatkan para calon kepala daerah tunggu keputusan resmi KPU

  • Ada isu kotak suara dibuka, warga acak-acak kantor KPU Tapanuli Utara

  • Mundjidah-Sumrambah unggul sementara Pilkada Jombang, calon ditahan KPK mengekor

RekomendasiSumber: Berita Papua Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »