GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Papua Barat Usulkan Pembentukan Koalisi Global Pendanaan Hutan

Papua Barat Usulkan Pembentukan Koalisi Global Pendanaan Hutan

Papua Barat Usulkan Pembentukan Koalisi Global Pendanaan Hutan Reporter: Linda novi trianita tnr …

Papua Barat Usulkan Pembentukan Koalisi Global Pendanaan Hutan

Papua Barat Usulkan Pembentukan Koalisi Global Pendanaan Hutan Reporter:

Linda novi trianita tnr

Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

Rabu, 27 Juni 2018 14:49 WIB
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan rangkaian sedang presentasi dalam acara Seminar Oslo Tropical Forest Forum,  26 Juni 2018. Tempo/Linda Trianita

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan rangkaian sedang presentasi dalam acara Seminar Oslo Tropical Forest Forum, 26 Juni 2018. Tempo/Linda Trianita

TEMPO.CO, Oslo - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengusulkan pembentukan koalisi global untuk pendanaan hutan dan iklim internasional yang terfokus pada daerah-daerah yang memiliki hutan alam. Menurut dia, pendanaan dapat bersumber dari pemerintah daerah, pemerintah nasional, negara donor, maupun swasta.

“Saya sebagai salah satu gubernur yang memiliki hutan tropis terbesar di Indonesia siap memulai diskusi ini bersama pemangku kepentingan lainnya,” kata Dominggus dalam seminar tentang Hutan Tropis di Hotel Scandic Holberg, Oslo, Norwegia, Selasa, 26 Juni 2018.

Baca: Tambrauw, Surga Tersembunyi di Kepala Burung Papua Barat

Provinsi Papua Barat memiliki hutan seluas 9.730.550 hektar atau 90 persen dari luas keseluruhan wilayah sekitar 143.076 kilometer. Hutan Papua Barat berkontribusi terhadap masyarakat global karena menyimpan sekitar 1.320 juta metrik ton karbon.

Dalam acara yang diinisiasi Badan Norwegia untuk Kerja Sama Pembangunan (The Norwegian Agency for Development Cooperation/Norad) itu, Dominggus menyatakan Provinsi Papua Barat siap dijadikan percontohan mekanisme pendanaan ini. Ia mengatakan pendanaan harus dikelola secara bertanggung jawab dan transparan untuk mendukung pengelolaan dan pelestarian hutan di provinsi dan kabupaten.

Pendanaan ini juga harus bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat adat dalam upaya pelestarian dan perlindungan hutan secara berkelanjutan. Menurut Dominggus, pendekatan transfer fiskal ini bisa menjadi solusi untuk memberikan dukungan nyata bagi daerah-daerah yang memiliki hutan dan berkomitmen untuk menjaganya.

Dominggus menambahkan upaya pelestarian alam bukan hal baru bagi masyarakat Papua. Kepala Suku Besar Arfak itu mengatakan alam telah melayani mereka secara turun-temurun. Budaya Papua mengajarkan untuk menjaga alam yang telah melayani mereka. Hutan dan alam sebagai sumber kehidupan. “Hutan ini adalah mahkota surga,” ujarnya.

Bac a: Kampung Sira, Kisah Sukses Masyarakat Berbasis Hutan

Selama turun temurun, kata dia, orang suku Arfak berdiri menjaga agar pembabatan hutan tidak melampaui batas. Ia mendasarkan filosofi masyarakat Suku Arfak itu dalam mengelola sumber daya alam dan mendorong pembangunan masyarakat. “Harus menjaga batas kekayaan alam, tetap boleh dimanfaatkan utuk kesejahteraan manusia, tapi kita harus membangun batasnya. Batas itu tidak boleh dilewati apabila tidak ingin di hukum oleh alam,” kata dia.

Dominggus menegaskan masyarakat Papua masih belajar untuk memanfaatkan tanah, hutan, dan laut secara terbatas. Ia tidak ingin anak cucu masyarakat Papua nanti hanya mendengar cerita-cerita tentang burung surga Cenderawasih, Kasuari yang perkasa, hutan dan pohon-pohon besar yang merupakan rumah leluhur.

Selain itu, ia tidak ingin tanah Papua seperti tanah Kalimantan dan Sumatera yang wilayah hutannya hampir gundul karena dijadikan perkebunan. “Kami tidak ingin keliru dalam me ngelola hutan seperti yang terjadi di tempat lain,” ujarnya.

Baca: Kanada Memiliki Rumah Hutan Boreal Terbesar di Dunia

Ia berharap perusahaan-perusahaan besar membantu menjaga alam, hutan, dan laut. Dominggus menyatakan selalu terbuka untuk berdiskusi dengan perusahaan besar untuk melihat potensi komoditas yang dapat dikembangkan tanpa harus membabat hutan. “Saya berharap kita semua tidak perlu menunggu hutan di Papua rusak,” kata Dominggus.

Genap satu tahun dan satu bulan menjabat sebagai Gubernur Papua Barat, Dominggus mengaku berkomitmen merealisasikan visi mewujudkan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Tidak ada pilihan lain. Saya yakin dengan bantuan kita semua, kita punya kesempatan untuk mewujudkan hal ini,” ucapnya.

Ia juga berkomitmen menjadikan Provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi untuk meningkatkan upaya pencegahan deforestasi dengan meninjau kembali proses perizinan dan memperkuat penataan ruang yang lebih pro lingkungan. Dominggus menambahkan pengelolaan kawasan perlindungan alam baik hutan, laut, dan kawasan penting bagi masyarakat adat.

Baca: Suku Knasaimos Perjuangkan Hutan Adat, Bendung Laju Kelapa Sawit

Dominggus juga mendukung pembatasan pengiriman kayu ke luar Papua Barat sekaligus mengkaji serta mempertimbangkan perlindungan total untuk ekosistem mangrove di Papua Barat. Ia juga berniat memperkuat Sumber Daya Manusia di Papua Barat untuk memberantas pembalakan liar atau illegal loging dan penegakan hukum secara luas dalam kasus Sumber Daya Alam dan pencemaran lingkungan.

Ia yakin dengan semangat kerja bersama, akan bisa mencari jalan keluar terhadap perubahan iklim yang dihadapi masyarakat global. Dominggus mengatakan negara-negara maju dan negara berkembang harus bekerja bersama untuk mengendalikan perubahan iklim. “Kami bersama masyarakat global bekerja sama untuk menyelamatkan hutan di tanah Papua, sebagai salah satu hutan ter penting dunia,” ujarnya.

Dominggus menginginkan komitmen masyarakat global memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap upaya nyata dalam menjaga hutan. Ia berharap negara-negara donor tidak berhenti pada organisasi atau lembaga pendamping atau pemerintah pusat saja, tetapi harus bisa membantu kapasitas aparat pemerintah daerah dan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola sumber daya alam secara bijak. “Tentu tidak bagi kami saja, untuk menjaga kepentingan umat manusia secara global,” kata Dominggus.

Direktur Norway International Climate and Forest initiative (NICFI) Per Fredrik Pharo mengatakan pemberian asistensi teknis lewat pinjaman dan hibah. Model pendanaan yang bisa diterapkan di Papua Barat sudah diterapkan di negara Amerika Latin yang juga memiliki hujan hutan tropis. NICFI menganggarkan US$ 250 juta untuk pendanaan pelestarian hutan di dunia. “Kami memberikan asistensi teknis dan pengelolaan pembiayaan publik, dan membuat pilihan alternatif bagi masya rakat lokal,” ujarnya.

LINDA TRIANITA (OSLO)

Lihat Juga

Terkait
  • Di Norwegia, Gubernur Papua Barat Berkomitmen Menjaga Hutan

    Di Norwegia, Gubernur Papua Barat Berkomitmen Menjaga Hutan

    3 jam lalu
  • Mudik Lewat Manokwari Papua Barat, Coba 3 Oleh-oleh Ini

    Mudik Lewat Manokwari Papua Barat, Coba 3 Oleh-oleh Ini

    13 hari lalu
  • 6 Spesies Cendrawasih Unik Ini Ada di Tambrauw, Papua Barat

    6 Spesies Cendrawasih Unik Ini Ada di Tambrauw, Papua Barat

    23 hari lalu
  • BKSDA akan Tumbangkan 2000 Pohon Sawit di Hutan Konservasi

    BKSDA akan Tumbangkan 2000 Pohon Sawit di Hutan Konservasi

    25 hari lalu
  • Rekomendasi
  • LSI Denny JA: Khofifah - Emil Dardak Menang di Pilgub Jawa Timur

    LSI Denny JA: Khofifah - Emil Dardak Menang di Pilgub Jawa Timur

    2 jam lalu
  • Kapolri Copot Kombes Ekotrio Budhiniar yang Aniaya Anak Buahnya

    Kapolri Copot Kombes Ekotrio Budhiniar yang Aniaya Anak Buahnya

    5 jam lalu
  • SBY Tunjukkan 10 Jari Seusai Gunakan Hak Pilih di Pilkada Jabar

    SBY Tunjukkan 10 Jari Seusai Gunakan Hak Pilih di Pilkada Jabar

    6 jam lalu
  • PDIP dan Gerindra Berkoalisi di Pilkada, Fadli Zon: Kami Cocok

    PDIP dan Gerindra Berkoalisi di Pilkada, Fadli Zon: Kami Cocok

    8 jam la lu
  • Foto
  • Foto Hari Ini, Anies Makan di Warteg hingga Kasus Pulau Pari

    Foto Hari Ini, Anies Makan di Warteg hingga Kasus Pulau Pari

    22 jam lalu
  • Marzuki Alie Kembali Diperiksa KPK

    Marzuki Alie Kembali Diperiksa KPK

    1 hari lalu
  • Demi Daftar SMA, Orang Tua Murid Datang dari Pagi

    Demi Daftar SMA, Orang Tua Murid Datang dari Pagi

    1 hari lalu
  • Foto Hari Ini, JK ke Rumah SBY hingga Mahfud MD ke KPK

    Foto Hari Ini, JK ke Rumah SBY hingga Mahfud MD ke KPK

    1 hari lalu
  • Video
  • Zulkifli dan Prabowo Bertemu, Ini yang Dibicarakan

    Zulkifli dan Prabowo Bertemu, Ini yang Dibicarakan

    21 jam lalu
  • Sebut Melayu dan Islam Penjajah, Bekas Gubernur Kalbar Dilaporkan

    Sebut Melayu dan Islam Penjajah, Bekas Gubernur Kalbar Dilaporkan

    23 jam lalu
  • Rita Widyasari Dituntut 15 Tahun Penjara, Ini Ekspresinya

    Rita Widyasari Dituntut 15 Tahun Penjara, Ini Ekspresinya

    1 hari lalu
  • 2.500 Personel Disiagakan Saat Test Event Asian Para Games 2018

    2.500 Personel Disiagakan Saat Test Event Asian Para Games 2018

    2 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Perolehan Suara Djarot - Sihar pada Quick Count Pilgub Sumut 2018

  • 2

    2 Calon Gubernur PDIP Kalah di Jawa, Hasto: Tunggu KPU

  • 3

    Pilkada Karanganyar, Dua Tim Sukses Bikin Quick Count Sendiri

  • 4

    Kapolri Copot Kombes Ekotrio Budhiniar yang Aniaya Anak Buahnya

  • 5

    Pilkada Sumut Djarot - Sihar Unggul di TPS 4 Kalah di Quick Count

  • Fokus
  • Kontribusi Pemilu Serentak 2018 pada Perekonomian Menurun

    Kontribusi Pemilu Serentak 2018 pada Perekonomian Menurun

  • Alasan 3 Provinsi Ini Jadi Lumbung Suara dalam Pilkada 2018

    Alasan 3 Provinsi Ini Jadi Lumbung Suara dalam Pilkada 2018

  • Menanti Nasib Delik Korupsi RKUHP di Pertemuan KPK dan Jokowi

    Menanti Nasib Delik Korupsi RKUHP di Pertemuan KPK dan Jokowi

  • SBY Sebut Aparat Tidak Netral di Pemilu, PDIP: Dia Playing Victim

    SBY Sebut Aparat Tidak Netral di Pemilu, PDIP: Dia Playing Victim

  • Terkini
  • Menang Versi Quick Count, Ridwan Kamil Dapat Ucapan Selatan

    Menang Versi Quick Count, Ridwan Kamil Dapat Ucapan Selatan

    1 jam lalu
  • PDIP Legawa Tak Bisa Menang di 7 dari 17 Pemilihan Gubernur

    PDIP Legawa Tak Bisa Menang di 7 dari 17 Pemilihan Gubernur

    1 jam lalu
  • Golkar Buka Peluang Koalisi dengan Demokrat Menangkan Jokowi

    Golkar Buka Peluang Koalisi dengan Demokrat Menangkan Jokowi

    2 jam lalu
  • Polisi Selidiki Hilangnya Ribuan Surat Suara Pilkada Cirebon

    Polisi Selidiki Hilangnya Ribuan Surat Suara Pilkada Cirebon

    2 jam lalu
  • Tjahjo Kumolo Sayangkan KPU Masih Pakai Data DPT Lawas

    Tjahjo Kumolo Sayangkan KPU Masih Pakai Data DPT Lawas

    2 jam lalu
  • Perolehan Suara Djarot - Sihar pada Quick Count Pilgub Sumut 2018

    Perolehan Suara Djarot - Sihar pada Quick Count Pilgub Sumut 2018

    2 jam lalu
  • Telepon Khofifah, SBY Ucapkan Selamat dan Sampaikan Pesan

    Telepon Khofifah, SBY Ucapkan Selamat dan Sampaikan Pesan

    2 jam lalu
  • 2 Calon Gubernur PDIP Kalah di Jawa, Hasto: Tunggu KPU

    2 Calon Gubernur PDIP Kalah di Jawa, Hasto: Tunggu KPU

    2 jam lalu
  • Pilkada 2018, Wiranto: Pemilihan di 2 Kabupaten di Papua Ditunda

    Pilkada 2018, Wiranto: Pemilihan di 2 Kabupaten di Papua Ditunda

    3 jam lalu
  • LSI Denny JA: Khofifah - Emil Dardak Menang di Pilgub Jawa Timur

    LSI Denny JA: Khofifah - Emil Dardak Menang di Pilgub Jawa Timur

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Survei Pilkada 2018, Cerminan Wajah Pilpres 2019

    Pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2018 menjadi pemanasan terakhir bagi mesin partai menjelang Pemilihan Umum 2019. Inilah survei empat pilgub.

    Sumber: Berita Papua Barat

    No comments