Dorong Program Pengelolaan Perikanan, Pemda Kaimana Jalin ... | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dorong Program Pengelolaan Perikanan, Pemda Kaimana Jalin ...

Posted by On 9:13 PM

Dorong Program Pengelolaan Perikanan, Pemda Kaimana Jalin ...

Kaimana, TN â€" Setidaknya ada empat aspirasi yang dihasilkan oleh CI, EDF, Pemda Kaimana dan juga masyarakat Kaimana dalam kegiatan lokakarya pengelolaan perikanan berkelanjutan dan integrasinya dengan KKPD Kaimana, yang dilaksanakan selama dua hari di Kaimana Beach Hotel (3-4 Maret) kemarin.

Empat aspirasi ini akan dipresentasikan ke provinsi dan pusat dalam waktu dekat ini. Hal ini disampaikan oleh koordinator tim, Victor Nikujuluw ketika dikonfirmasi di KBH (4/3) kemarin.

“Hasil aspirasi ini merupakan aspirasi bersama, yang merupakan gabungan dari beberapa hasil kegiatan dan penilitan yang kami lakukan di beberapa tempat yang ada di kabupaten Kaimana. Mulai dari persoalan-persoalan masyarakat, serta harapan mereka akan pengelolaan perikanan yang lebih baik, maka aspriasi ini kemudian dihasilkan. Aspirasi ini nanti akan kami presentasikan kepada pemerintah provinsi dan pusat, bersama dengan pemerintah daerah Kaimana,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kaimana, Drs Matias Mairuma mengungkapkan bahwa pemerintah daerah pada intinya sangat setuju dengan langkah atau program yang sudah dan akan dilakukan oleh CI dan EDF, karena akan sangat membantu masyarakat untuk bisa mengelola perikanan yang ada di Kaimana.

“Kegiatan ini sangat penting, dan program ini juga merupakan salah satu solusi dari persoalan-persoalan yang dirasakan oleh masyarakat selama ini, khususnya masyarakat nelayan. Selama ini pengelolaan perikanan lokal di Kaimana masih belum optimal. Masih banyak persoalan yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui program pendampingan seperti ini, kami pikir sudah sangat bagus dan saya yakin, pengelolaan perikanan di kabupaten Kaimana pasti lebih maju, dan yang pada akhirnya akan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat kita di Kaimana ini,” ungkapnya.

Menurutnya, mulai dari proses penangkapan ikan, sampai pada managemen keuangan m asyarakat nelayan khususnya, dari waktu ke waktu pasti bisa dibenahi melalui kerjasa sama yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah Kaimana dengan CI dan EDF.

“Kita boleh terkenal dengan lumbung ikan, tetapi selama ini belum kita kelolah dengan baik. Masyarakat lokal kita masih belum mampu menaikan taraf hidupnya dari sektor ini. Sehingga pemerintah daerah Kaimana membuka diri untuk masuknya CI dan EDF, hanya untuk memberikan pemahaman serta bimbingan kepada masyarakat kita di Kaimana ini, agar bisa memaksimalkan potensi perikanan yang sudah tersedia ini,” tuturnya.

Selain itu, bupati Mairuma juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada CI dan EDF karena sudah mengambil langkah positif, bersama dengan pemda Kaimana untuk bisa mengatasi kesulitan maupun persoalan-persoalan yang dialami oleh masyarakat lokal di Kaimana, pada sektor perikanan.

“Pengelolaan perikanan berkelanjutan yang sudah dimulai oleh CI dan EDF ini, sejalan dengan RPJMD kabupaten Kaimana. Kalau kita bicara soal pengelolaan hutan, masih ada kemungkinan bisa habis. Tetapi kalau perikanan, dia tidak akan habis, jika kita bisa menjaganya. Sektor ini dia akan tersedia terus dari waktu ke waktu,” ujarnya.,

Sementara itu, koordinator tim (CI dan EDF) Victor Nikujuluw mengungkapkan, hasil lokakarya yang dituangkan dalam empat aspirasi ini, akan dipresentasikan di pemprov dan juga pusat melalui bapenas, sehingga program pengembangan dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di kabupaten Kaimana dapat berjalan baik.

“Satu hal penting yang juga sudah disampaikan oleh pak bupati, bahwa harus ada peta adat kawasan laut yang ada di kabupaten Kaimana. Hal ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk meminimalisir terjadinya gesekan gesekan masyarakat terkait dengan batas wilayah adat yang ada di laut Kaimana. Soal peta ini, pasti kami akan membantu pemerintah daerah Kaimana untuk menyediakan pemetaan adat tersebut. Namun pemetaan adat ini juga harus melibatkan se luruh pihak, sehingga semua pemilik hak ulayat tau dan bisa setuju dengan pemetaan kawasan laut ini. Hal ini harus diatur baik, karena kalau tidak, maka pemetaan wilayah adat dilaut ini juga bisa mendatangkan masalah baru,” pungkasnya.

Sementara itu, program pendampingan dan bimbingan pengelolaan perikanan yang disponsori oleh EDF dan CI ini, sudah bisa mulai dilakukan pada bulan Juli mendatang, setelah dipresentasikan di pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat.(rsw)

Sumber: Google News | Liputan 24 Kaimana

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »