Tak Merespons Dipanggil Anggi, Ingin Jadi Ustazah | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tak Merespons Dipanggil Anggi, Ingin Jadi Ustazah

Posted by On 9:25 PM

Tak Merespons Dipanggil Anggi, Ingin Jadi Ustazah

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SENIN
05 MARET UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 05 Maret 2018 00:31 Tak Merespons Dipanggil Anggi, Ingin Jadi Ustazah

Kenangan Mentari dengan Almarhum Dwi Anggraini

BERSAHABAT: Mentari (kiri) yang sudah menjadi sahabat karib almarhum, ketika berfoto bersama beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Mendapat kabar bahwa Dwi Anggraini diduga melompat dari Jembatan Gunung Tabur dan hilang di Sungai Segah sejak Jumat (2/3), sangat mengejutkan Mentari Yousof. Ya, Mentari memang punya ikatan emosional yang cukup kuat dengan almarhum, terutama sejak almarhum divonis menderita Skizofrenia, tahun 2017 lalu.

SUMARNI, Tanjung Redeb

MATA Mentari berkaca-kaca. Walau tetap terlihat tegar, Mentari tak bisa menyembunyikan kesedihannya setelah ditinggal gadis yang sudah dianggap seperti sahabat dan keluarganya itu.

Kedekatan Mentari dengan gadis yang akrab disapa Anggi itu memang baru terjalin beberapa bulan. Tapi keduanya sudah seperti punya ikatan. Saling memahami, bahkan Anggi kerap lebih menuruti perkataan Mentari.

Perkenalan Mentari dengan Anggi, berkat ajakan sahabat hipnoterapisnya, Susilawitri, yang memintanya untuk ikut menjenguk Anggi di kediamannya, bersama petugas Dinas Sosial dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, bulan lalu. Tepatnya setelah Anggi kembali usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Samarinda.

“Saya diajak karena saya punya pengalaman berinteraksi dengan mantan pasien Skizofrenia,” ujarnya.

Saat pertama berkunjung pada Jumat, 2 Februari lalu, Anggi tengah tertidur pulas ditemani iringan merdu surah Al-Baqarah yang menyejukkan hati dari telepon seluler.

Saat Mentari dipersilakan masuk ke kamar Anggi oleh ibunya, Mentari langsung bersimpati ketika melihat Anggi tertidur dengan pakaian lengkap dan masih berjilbab, dengan memeluk erat telepon seluler yang memutar alunan merdu Surah Al-Baqarah.

“Sebenarnya saya tidak menyangka, bakal menemui kondisinya memelas begitu. Saya membayangkan bakal menemui anak yang masih bisa diajak ngobrol, mungkin dia hanya tidak fokus dan matanya menerawang,” katanya mengenang pertemuannya bersama almarhum, ketika ditemui Be rau Post di rumah duka, Gang Hibah, Jalan Tarap I, Kelurahan Sei Bedungun, Minggu (4/3).

Anggi kala itu juga sangat lemah secara fisik. Tak mudah bisa mendengarkan satu kata yang keluar dari mulutnya. Hanya mengangguk atau menggeleng yang dilakukannya, untuk merespons lawan bicaranya.

“Dia tidak merespons kalau dipanggil Anggi, seperti yang selama ini jadi panggilannya di keluarga. Dia mau saya memanggilnya Dwi,” ungkapnya.

Dari situ, kedekatan emosionalnya mulai terbangun. Dwi akhirnya mau diajak bercanda oleh Mentari. Dwi yang sebelumnya dipanggil Anggi, juga selalu merespons jika berinteraksi dengan Mentari, baik dengan senyuman, maupun dengan kontak mata langsung.

“Mendengarkan yang saya ucapkan, ia mengangguk atau menggeleng,” ucapnya.

Almarhum, lanjut dia, tidak bisa mengekspresikan rasa senangnya ketika Mentari menghadiahkan dan memakaikan sebuah gelang cantik dari Makkah di lengannya.

“Saya memintanya berjanji untuk tidak m enggunakan gelang karet lagi, karena membuat lengannya iritasi. Garis-garis merah melingkar, kemungkinan efek gatal yang digaruk. Dan Dwi langsung mengangguk tanda setuju,” katanya.

Sambil berinteraksi dengan Dwi, Mentari bersama Susilawitri mulai mengorek penyebab depresinya anak ini. Berbagai luka batin mulai dipaparkan oleh Rasem, ibu Dwi.

Bermula ketika perekonomian keluarganya terpuruk usai musibah kebakaran yang menghanguskan ruko, kontrakan dan usahanya yang lain, beberapa tahun yang lalu. Apalagi ayahnya Sugeng Santoso, hanya pekerja lepas.

Dulunya Dwi bisa meminta apa saja, lalu harus dipaksa paham bahwa tidak semua permintaannya kini bisa dipenuhi.

“Anaknya yang tadinya manja lincah dan periang, lambat laun menjadi pendiam,” ujar Mentari lagi.

Dengan fisik yang lemah, Dwi juga kerap mendapat ejekan teman-temannya di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Dwi kecil yang tadinya ceria, tiba-tiba menjadi tertutup dan penyendiri. Apalagi s etelah banyak keinginannya yang tidak bisa diwujudkan orangtuanya, makin memukul kejiwaannya.

“Salah satunya ketika Dwi telah berlatih untuk lomba mengaji di sekolahnya, tapi pada hari-H dilarang ikut lomba karena tiba-tiba ia mendapatkan menstruasi pertamanya,” ungkapnya.

Dwi kian frustrasi. Dwi ingin sekali menunjukkan kemampuannya, ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa berprestasi. Ia butuh penghargaan dan diakui teman-temannya.

Di waktu lain, Dwi ingin mengikuti perayaan Maulid Nabi, tapi ibunya tidak bisa mengantarkannya karena saat itu sedang hujan lebat dan dua adiknya yang masih kecil tidak bisa ditinggal di rumah. Akhirnya ia harus menelan kekecewaan untuk kesekian kalinya.

“Saya yakin Dwi ingin sekali berada di tengah kemeriahan acara perayaan keagamaan yang sangat dinanti-nantikannya itu,” bebernya.

Dan pukulan batin yang sangat dahsyat baginya, ketika Dwi mengutarakan keinginannya melanjutkan sekolah di salah satu pondok pesan tren yang ada di Bumi Batiwakkal. Dwi yang punya impian besar meraih cita-cita mulianya, tapi lagi-lagi tak bisa didukung orangtuanya. “Seandainya waktu bisa diulang, ibunya berjanji akan mengusahakannya sebisa mungkin,” ungkapnya.

Semua keinginan yang bagi orang lain terlihat sepele, tapi begitu sangat berarti bagi seorang anak yang memiliki cita-cita menjadi seorang ustazah itu. Ya, ibunya akhirnya menemukan sebuah catatan di selembar kertas dalam sebuah amplop. Di situ tertera tulisan yang merupakan impian-impian Dwi setelah menamatkan sekolahnya hingga tingkat SMA.

“Dwi sudah menyusun impiannya dan dia yakin sekali suatu hari akan menjadi seorang ustazah. Masya Allah,” ucapnya. (*/udi)

loading...
BERITA TERKAIT
  • BUAYA NGAMUK..!! Lagi Buang Hajat, Tangan Saharuddin Diterkam Buaya
  • Dikenal Pendiam, Putus Sekolah karena Skizofrenia
  • Negara Rugi Rp 200 Triliun, Jadi kan Api sebagai Sahabat
  • Hanya Minum Air Hujan, Berharap Segera Dipulangkan
  • Aktif sejak 2012, Tak Pernah Beri Batasan Usia
  • Rusak sejak Tahun Lalu, Perbaikan Diajukan ke Perusahaan
  • Aset Tak Ternilai, Tembus Ribuan Pengunjung
  • Tak Mengharap Imbalan, Manfaatkan Surau Tak Bernama
  • Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan
  • Beri Edukasi soal Obat-obatan, Malah Dianggap Mempersulit

BACA JUGA

Senin, 05 Maret 2018 00:45

Enggan Bermain â €œDua Kaki”, Pakde Toni Tinggalkan NasDem untuk Dukung Rusmadi

TANJUNG REDEB â€" Ahmad Najib Fathoni mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan… Senin, 05 Maret 2018 00:32

Dewan Dorong Penyelesaian Tapal batas

WAKIL Ketua I DPRD Berau Saga, terus mendorong Pemkab Berau menyelesaikan persoalan tapal batas antara… Senin, 05 Maret 2018 00:29

Pembangunan Dermaga Lawang-Lawang Direalisasikan Tahun Depan

MARATUA â€" Dermaga Lawang-Lawang di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, kondisinya sudah… Senin, 05 Maret 2018 00:28

Ditemukan Mengambang di Perairan Bujangga

TANJUNG REDEB â€" Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, jenazah Dwi Anggraini (13), ditemukan… Senin, 05 Maret 2018 00:24

Saharuddin Lolos dari Maut, Korban Terkaman Buaya Mendapat 40 Jahitan

TALISAYAN â€" Kondisi Sahruddin (21), warga Jalan Ternate RT 04, Kampung Dumaring, Kecamatan… Minggu, 04 Maret 2018 12:14

Pembahasan Berlangsung Alot, Persoalan Tapal Batas Tak Kunjung Tuntas

TANJUNG REDEB â€" Persoalan tapal batas masih menjadi permasala han di Kabupaten Berau. Hal itu membuat… Minggu, 04 Maret 2018 12:13

Pencarian Hari Kedua Nihil

TANJUNG REDEB â€" Pencarian Dwi Anggraini (13) terus berlanjut hingga, Sabtu (3/3). Wilayah pencarian… Minggu, 04 Maret 2018 12:12

Kapal Pariwisata Terbakar

TANJUNG REDEB â€" Kapal wisata KM Pratasipa milik Pratasaba Resort terbakar tak jauh dari dermaga… Minggu, 04 Maret 2018 12:11

Cekcok dengan Kekasih, FA Ingin Akhiri Nyawa

TANJUNG REDEB â€" Masih belum usai pencarian terhadap Dwi Anggraini yang diduga melompat dari jembatan… Minggu, 04 Maret 2018 11:49 BREAKING NEWS

Jenazah Dwi Angraini Ditemukan di Lokasi Ini

TANJUNG REDEB - Diduga bunuh diri dengan meloncat dari jemb atan Gunung Tabur pada Jumat (3/3) lalu.… Aset Tak Ternilai, Tembus Ribuan Pengunjung Keluarga Masih Shock, Abdillah Tinggalkan Dua Anak Kesepakatan Seluruh Ketua RT, Penunjukan KN sebagai Koordinator sesuai Permintaan BPN Dikenal Pendiam, Putus Sekolah karena Skizofrenia Sekretaris DPMK Tutup Usia Akhiri Hidup, Anggi Diduga Melompat ke Sungai Terbakar, Kapal Wisata Rugi 1,5 M Dua Tersangka Peragakan 38 Adegan Tiga Kasus Jadi PR Tipikor Jenazah Dwi Angraini Ditemukan di Lokasi Ini
  • Enggan Bermain “Dua Kaki”, Pakde Toni Tinggalkan NasDem untuk Dukung Rusmadi
  • Berau Coal Gelar Seminar Kesehatan
  • Dewan Dorong Penyelesaian Tapal batas
  • Tak Merespons Dipanggil Anggi, Ingin Jadi Ustazah
  • Pembangunan Dermaga Lawang-Lawang Direalisasikan Tahun Depan
  • Ditemukan Mengambang di Perairan Bujangga
  • Saharuddin Lolos dari Maut, Korban Terkaman Buaya Mendapat 40 Jahitan
  • Fokuskan Pembangunan Pariwisata
  • Segera Tuntaskan Kebutuhan Listrik Maratua
  • Bom Ikan Ancam Kekayaan Laut Berau
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATU RE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Anggi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »