Dukung Industri Smelter, Investor KEK Sorong Butuh Listrik dan Air | Liputan 24 Papua Barat
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dukung Industri Smelter, Investor KEK Sorong Butuh Listrik dan Air

Posted by On 8:41 AM

Dukung Industri Smelter, Investor KEK Sorong Butuh Listrik dan Air

Dukung Industri Smelter, Investor KEK Sorong Butuh Listrik dan Air

Oleh : Herry Barus | Kamis, 22 Maret 2018 - 08:00 WIB

Ilustrasi Smelter
Ilustrasi Smelter

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan calon investor untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sorong, Papua Barat, membutuhkan sarana listrik dan air untuk mendukung pengadaan smelter.
"Mereka butuh kepastian besaran listrik, harga listrik dan ketersediaan air dengan volume yang cukup untuk smelter," kata Enoh seusai mengikuti rapat koordinasi pengelolaan KEK Sorong di Jakarta, Rabu (21/3/2018)
Enoh mengatakan KEK Sorong dengan luas 198 hektare sudah memiliki kesiapan infrastruktur berupa jalan dan kantor, meski belum mempunyai sarana pend ukung berupa listrik dan air untuk pengembangan kawasan tersebut.
Padahal Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Sorong serta Kementerian Perdagangan dan BKPM siap untuk melimpahkan kewenangan kepada Administrator KEK Sorong guna mendukung kegiatan operasional dalam waktu dekat.
Saat ini tercatat ada investor besar yang berniat menanamkan modal di KEK Sorong yaitu PT Gag Nikel yang merupakan anak usaha PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.
Menurut rencana, perusahaan ini siap membangun smelter feronikel dan stainless steel dengan nilai investasi berkisar antara Rp5 triliun-Rp10 triliun serta berkapasitas produksi 40.000 ton nikel per tahun.
Direktur Utama PT Gag Nikel Risono menargetkan pencanangan pembangunan pabrik pengolahan feronikel dan stainless steel di KEK Sorong dapat dilakukan paling cepat pada 2019.
Meski demikian, ia mengakui, ketersediaan listrik masih menjadi persoalan karena pembangunan smelter membutuhkan listrik sebesar 300 MW. Sedangkan listrik yang tersedia baru sekitar 10 persennya yaitu 30 MW.
"PLN menyatakan sanggup memenuhi kebutuhan listrik untuk smelter. Hanya harganya yang belum cocok. PLN menginginkan Rp 900 per KWH, kami minta harga listrik di bawah itu supaya produk kami nanti bisa bersaing di pasar," kata Risono seperti dilansir Antara.
Persoalan lainnya adalah kebutuhan air untuk smelter sebanyak 700 liter per detik, padahal waduk air dari Sungai Warsamson bertujuan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sorong dengan kapasitas maksimal hingga 600 liter per detik.
"Perlu dibangun bendungan baru yang khusus untuk kebutuhan smelter. Kami butuh jaminan kepastian dari pemerintah bahwa pasokan air akan dicukupi. Kalau air tidak cukup, smelter tidak bisa jalan," kata Risono.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono meminta calon investor tidak perlu khawatir soal ketersediaan listrik karena PLN sangat siap memenuhi kebutuhan listrik.
Menurut dia, tidak sulit bagi PLN untuk menyediakan listrik di KEK Sorong karena daerah ini memiliki sumber daya gas yang melimpah.
"Masalah ketersediaan air juga tidak perlu dirisaukan. Kementerian PUPR siap membangun infrastruktur. Kalau masih kurang, Pemkab Sorong akan membantu. Kami siap menggandeng investor dari luar negeri untuk menyediakan kebutuhan air ini," tambah Harjono.

Baca Juga

Dampak Permudah Perizinan, Pengusaha Hong Kong Segera Berinvestasi…
Kawasan Industri Dan Peruntukan Industri Berkembang Di Jawa Tengah
Nongsa Park Batam Menuju KIK Industri Digital
Ciptakan Smart Industrial City, Kawasan Industri Jorong Teken MoU…
Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Jorong, Pjs Bupati…

Industri Hari Ini

Dirut BRI Suprajarto bersama jajaran Direksi (Foto Rizki Meirino)

Kamis, 22 Maret 2018 - 21:30 WIB

BRI: Suku Bunga Acuan Tetap Sinyal Positif

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menilai kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau "7-day Reverse Repo Rate" sebesar 4,25 persen merupakan sinyal positif bagi…

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Foto: Humas)

Kamis, 22 Maret 2018 - 20:57 WIB

Kemenperin Fokuskan Lima Sektor Industri Hadapi Era Digital

Menghadapi era digital saat ini, Kementerian Perindustrian telah menyusun roadmap(peta jalan) Industry 4.0 dengan menetapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dan prioritas…

Mantan Ketua DPR    Setya Novanto (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Maret 2018 - 19:54 WIB

Sambil Terbata, Setnov Mengakui Kesalahan Terbesarnya Suka Membantu Orang

Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengaku bahwa kesalahan terbesarnya di proyek KTP elektronik adalah terlampau suka membantu orang lain.

Airlangga Hartarto Ketum Partai Golkar (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Maret 2018 - 19:29 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Golkar Benteng Pembangunan Nasional

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut Partai Golkar harus memenangi Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 karena Golkar adalah benteng dari pembangunan nasional.

Bank Indonesia

Kamis, 22 Maret 2018 - 19:23 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Maret 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar…

selengkapnya

Industri Populer

1
Bank Mandiri Tunjuk Alexandra Askandar Sebagai Direktur
2
Ancam Amien Rais, Luhut Punya Motif Apa?
3
Yusuf Estes: Jangan Paksa Orang untuk Seiman
4
Mata Napi Ditutup Saat Masuk ke Lapas Khusus Narkoba Nusakambangan
5
Badan Geologi Kementerian ESDM Klaim Cadangan Batubara Indonesia Mencapai 26,2 Miliar Ton
6
Kiai Cipasung Berharap AHY Menjalankan Kepempimpinan Rasulullah
7
Begini Alasan Brand Louis Vuitton Pilih Artis YG Entertainment Jadi Model Tren
8
Kemenkop Terbitkan Aturan Baru Dukung Pertumbuhan Wirausaha Pemula
9
BRI Ganti Satu Komisaris dan Tiga Direksi
10
Ket um Kadin Resmikan Berdirinya Asosiasi Blockchain Indonesia

Magazine

Siasat Industri Ritel Melawan Kelesuan

Majalah Industry

Siasat Industri Ritel Melawan Kelesuan

Februari 2018
Subscribe

LOWONGAN KERJA

OPINI

Bintang Handayani, Ph.D, Dosen dan Peneliti Senior di President University, Cikarang
Hari Nyepi & Keberlanjutan
Joni Welman Simatupang
Pemimpin dan Dimensi Pendidikan
Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM (Foto Dok Industry.co.id)
Urgensi Pembentukan Holding BUMN Tambang
Pemerhati ekonomi dari Indosterling Capital, William Henley (Foto Dok Industry.co.id)
Rupiah yang Melemah, Untung atau Buntung?
Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM (Foto Dok Industry.co.id)
Refomasi Menyeluruh Perizinan Investasi di Sektor Hulu Migas
Sumber: Google News | Liputan 24 Sorong

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »