Liputan 24 Papua Barat | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 8:55 AM

Warga Desa di Papua Barat Bantai Hampir 300 Buaya Penangkaran

ABC World Warga Desa di Papua Barat Bantai Hampir 300 Buaya Penangkaran

Pemerintah Indonesia telah mengutuk pembantaian hampir 300 buaya di sebuah peternakan di Papua Barat. Aksi pembantaian itu dilakukan…

Pemerintah Indonesia telah mengutuk pembantaian hampir 300 buaya di sebuah peternakan di Papua Barat. Aksi pembantaian itu dilakukan sebagai tindakan balas dendam setelah kematian seorang warga desa setempat.

Pada hari Sabtu (14/7/2018), Sugito yang berusia 40 tahun sedang mengumpulkan rumput untuk ternaknya, ketika ia masuk ke sebuah area penangkaran di Sorong.

Penjaga mendengar jeritan yang datang dari dalam penangkaran dan, ketika mereka pergi untuk menye lidiki, mereka menemukan Sugito telah digigit buaya.

Polisi mengatakan, para penjaga pergi mencari bantuan untuk menyelamatkannya, tetapi pada saat mereka kembali, ia sudah mati.

Setelah pemakamannya, sekitar 600 orang datang ke penangkaran buaya itu dengan bersenjatakan parang, cangkul, dan benda tajam lainnya.

Para saksi mengatakan, buaya-buaya besar, yang panjangnya hingga 2 meter, dan bayi buaya diseret dari kandang mereka dan disiksa sampai mati.

Secara keseluruhan, 292 buaya terbunuh.

Warga desa membunuh ratusan buaya sebagai balas dendam atas kematian warga lokal. Photo: Warga desa membunuh ratusan buaya sebagai balas dendam atas kematian warga lokal. (ABC: David Lipson)

Polisi mengatakan, mereka mencoba untuk campur tangan, mengirim sekitar 30 hingga 40 petugas ke wilayah itu, tetapi tidak berdaya untuk menghentikan pembantaian.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa," kata Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sutrahna.

"Kami kalah jumlah. Situasinya sangat tegang."

Polisi mengungkapkan, kemungkinan ada kasus kelalaian yang diajukan terhadap salah satu penjaga keamanan di penangkaran itu.

Pemilik penangkaran dan empat orang lainnya diinterogasi.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat mengatakan pembantaian buaya itu ilegal tetapi tidak ada penahanan yang dilakukan.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Sumber: ABC Radio Australia Ikuti kami di Dengar Suara Tangisan, Pria di Lampung Kaget Lihat Istri Bunuh Kedua Anak Kandungnya Sumber: Berita Papua Barat

thumbnail

Posted by On 5:37 AM

Pembantaian 292 Buaya di Papua Barat , Ini 5 Faktanya Mulai Kronologi Hingga Kerugian Penangkaran

Pembantaian 292 Buaya di Papua Barat , Ini 5 Faktanya Mulai Kronologi Hingga Kerugian Penangkaran

Publik kembali geger. Hal ini lantaran beredarnya sebuah video yang memperlihatkan pembantaian terhadap ratusan buaya oleh warga.

Pembantaian 292 Buaya di Papua Barat , Ini 5 Faktanya Mulai Kronologi Hingga Kerugian PenangkaranPembantaian Buaya di penangkaran, Kelurahan Klamalu, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7/2018). (Kompas.com)

TRIBUNBATAM.id - Publik kembali geger. Hal ini lantaran beredarnya sebuah video yang memperlihatkan pembantaian terhadap ratusan buaya oleh warga.

Belakangan diketah ui, hal tersebut terjadi di penangkaran, Kelurahan Klamalu, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7/2018).

Sebanyak 292 buaya di penangkaran dibantai ratusan warga.

Berikut 5 fakta tentang kejadian tersebut:

1. Kronologi

Pembantaian ini dikarenakan warga bernama Sugito tewas digigit salah satu buaya di penangkaran.

Mulanya, almarhum Sugito sedang mencari rumput disekitar lokasi penangkaran.

Namun, Sugito dikabarkan tewas digigit oleh buaya sekitar pukul 15.30, WIT, Jumat (13/7/2018).

Usai acara pemakaman, warga dan keluarga korban emosi lalu mendatangi penangkaran buaya.

Mereka beramai-ramai menerobos ke lokasi penangkaran, kemudian membantai buaya dengan parang, tombak, kayu dan batu.

Halaman selanjutnya 1234
Editor: Rio Batubara Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Oknum Polisi Dimaki karena Tentukan Sendiri Jumlah Denda untuk Setiap Pasal yang Dilanggar Sumber: Berita Papua Barat

thumbnail

Posted by On 2:30 AM

Hukuman 5 Tahun Bui Menanti Warga Papua Barat yang Bantai 292 Buaya

Warga bantai ratusan buaya di Sorong

Warga bantai ratusan buaya di Sorong (Foto: Facebook Page Ayo Viral)
292 ekor buaya di penangkaran yang terletak di wilayah SP 1, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, dibantai oleh warga. Saat ini kasus pembantaian tersebut tengah diselidiki pihak kepolisian dari Polda Papua Barat. Menurut Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono, apabila terbukti warga melakukan pembantaian tersebut, pelaku bisa dikenakan pasal 302 KUHP dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 21 ayat 2 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.Berapa lama hukuman penjara dan dendanya?Dalam pasal 302 KUHP terdapat dua butir ketentuan yakni: a. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, d engan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya.b. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya."Jika perbuatan itu menyebabkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat ainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan," bunyi pasal tersebut.

Baca Juga :

  • Warga Papua Barat Bantai Ratusan Buaya di Penangkaran
  • Alasan Warga Papua Bantai Ratusan Buaya: Agar Tak Lagi Terkam Orang
Sedangkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 21 ayat 2 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan disebutkan la rangan bagi setiap orang untuk:a. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;b. Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;c. Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;d. Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;e. Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi."Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima ) tahun d an denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)," bunyi pada ketentuan pidana di pasal 40 ayat 2 UU No 5 Tahun 1990.Sumber: Berita Papua Barat

thumbnail

Posted by On 2:29 AM

Polisi Selidiki Pembantaian Buaya di Papua Barat

Pembantaian buaya di Sorong, Papua Barat

Warga melihat ratusan bangkai buaya usai dibantai warga setempat di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7). (Foto: Antara/Olha Mulalinda)
Warga SP 1 membunuh ratusan buaya di sebuah penangkaran di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Polisi saat ini masih menyelidiki peristiwa tersebut."Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono saat dihubungi kumparan, Senin (16/7).Menurut Hary bila terbukti melakukan pembunuhan tersebut warga bisa dikenakan Pasal 302 KUHP. Selain itu juga bisa kena Undang-undang tentang peternakan dan kesehatan hewan."Untuk hewan-hewan yang dilindungi, diatur secara khusus dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya hayati dan ekosistemnya," kata Hary.

Baca Juga :

  • Warga Papua Barat Bantai Ratusan Buaya di Penangkaran
  • Buaya Raksasa yang Delapan Tahun Diburu di Australia Tertangkap
  • Warga Cipayung Pelihara Buaya Seberat 250 Kg Selama 28 Tahun
Terkait penilaian warga yang menganggap pengelola buaya lalai sehingga menewaskan satu warga, Hary mengatakan korban masuk ke wilayah penangkaran tanpa izin pengelola. Setelah kejadian tersebut pengelola juga bertanggung jawab untuk seluruh biaya pemakaman korban.Pembantaian buaya yang dilakukan warga SP 1 berawal dari insiden penyerangan buaya yang menewaskan Sugito, warga setempat. Aksi pembunuhan terhadap ratusan buaya ini merupakan bentuk kemarahan warga terhadap pengelola penangkaran yang dinilai lalai hingga buaya menewaskan satu orang warga.Sumber: Berita Papua Barat