Liputan 24 Papua Barat | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 9:30 PM

Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta

detikFinance / Industri / Detail Berita Follow detikFinance Senin, 24 Sep 2018 10:56 WIB Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta Trio Hamdani - detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinanceFoto: Trio Hamdani/detikFinance Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto hari ini melakukan market sounding atau memperkenalkan ke investor tentang pengembangan Kawasan Industri Petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Airlangga menyampaikan pentingnya pertumbuhan industri dan penambahan investasi ke seluruh daerah di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Kebijakan pengembangan perwilayahan industri saat ini diarahkan di luar Pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Teluk Bintuni.
"Terima kasih para calon investor yang telah hadir hari ini untuk dapat ikut serta memajukan industri di Indonesia," kata Airlangga membuka acara Market Sounding di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Menurutnya Kabupaten Teluk Bintuni mempunyai prospek besar untuk berkembang menjadi wilayah industri. Wilayah tersebut memiliki sumber daya alam yang cukup berlimpah.
"Wilayah Teluk Bintuni diperkirakan memiliki cadangan gas bumi sebesar 23,7 triliu n kaki kubik (TCF). Pemerintah perlu memastikan pemanfaatan gas bumi tersebut diutamakan kepada pemenuhan kebutuhan domestik agar dapat menggerakkan ekonomi di dalam negeri," paparnya.
Rencananya pengembangan kawasan industri petrokimia tersebut berlokasi di Kampung Onar Baru, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Luasan awal pengembangan kawasan industri tersebut mencakup 50 hektar lahan dari total 200 hektar lahan yang akan dibebaskan. Lahan tersebut bakal digunakan untuk mengembangkan anchor industry dengan dukungan komitmen ketersediaan gas oleh BP Tangguh.
"Tahap I sebesar 90 mmscfd di tahun 2021 dan Tahap II sebesar 90 mmscfd di tahun 2026 dengan jangka waktu masing-masing 20 tahun. Sisa cadangan lahan digunakan untuk tahap III sebesar 176 mmscfd dari Genting dan potensi industri lain yang bisa dikembangkan," jelasnya.
Market sounding dihadiri pula oleh perwakilan Kedutaan Besar Negara Sahabat, Pengelola Kawasan Industri, dan Perusahaan Ind ustri Gas Bumi dan Petrokimia.
Airlangga menjelaskan, penyelenggaraan pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni dapat dikerjasamakan antara Pemerintah dan Badan Usaha berdasarkan Perpres 38/2015 jo. Peraturan Menteri PPN 4/2015 dengan Prakarsa Pemerintah.
Bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dipilih dalam penyelenggaraan proyek adalah Design, Build, Maintain, and Transfer (DBMT) dimana Badan Usaha Pelaksana (BUP) bertanggung jawab untuk merancang, membangun, memelihara infrastruktur kawasan.
Infrastruktur kawasan tersebut meliputi infrastruktur ketenagalistrikan, pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah, sistem penyediaan air minum, transportasi, dan telekomunikasi sesuai dengan spesifikasi output yang telah dipersyaratkan.
"Serta menyerahkan aset yang dikerjasamakan kepada PJPK setelah berakhirnya Perjanjian KPBU. BUP berkewajiban untuk memberikan layanan yang berasal dari infrastruktur kawasan kepada tenant sesuai dengan spesifikasi k eluaran dan indikator kinerja tertentu," tambahnya. (zlf/zlf) Berita Terkait

  • Pabrik Petrokimia Rp 19,5 T akan Dibangun di Teluk Bintuni
  • PT Pupuk Indonesia akan Bangun Pabrik Petrokimia di Bintuni
Baca Juga detikTravel Kampung-kampung Unik di Pegunungan Papua Barat

Kampung-kampung Unik di Pegunungan Papua Barat

detikTravel Ketika Smartphone Jadi Tak Pintar Lagi di Pedalaman    Papua Barat

Ketika Smartphone Jadi Tak Pintar Lagi di Pedalaman Papua Barat

detikTravel Kisah Sopir Pegaf: Bikin Jalan Sendiri hingga Bermalam di Hutan

Kisah Sopir Pegaf: Bikin Jalan Sendiri hingga Bermalam di Hutan

detikTravel Arung Jeram di Manokwari, Ganas dan Berpemandangan Menakjubkan

Arung Jeram di Manokwari, Ganas dan Berpemandangan Menakjubkan

detikHealth Kisah Dua Juru Malaria Kampung yang Sukarela Berantas Malaria di Tanah Papua

Kisah Dua Juru Malaria Kampung yang Sukarela Berantas Malaria di Tanah Papua

detikTravel Mengeksplorasi Pedalaman Papua Barat Lewat Paralayang

Mengeksplorasi Pedalaman Papua Barat Lewat Paralayang

detikTravel Menginap di Rumah Kaki Seribu di Pedalaman Papua Barat

Menginap di Rumah Kaki Seribu di Pedalaman Papua Barat

detikTravel Benda yang Kalahkan Smartphone di Pedalaman Papua Barat

Benda yang Kalahkan Smartphone di Pedalaman Papua Barat

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com News Feed
  • Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta

    Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta

    Senin, 24 Sep 2018 10:56 WIB Airlangga menyampaikan pentingnya pertumbuhan industri dan penambahan investasi ke seluruh daerah di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa.
  • Buwas Sambangi Kantor Kadin, Ada Apa?

    Buwas Sambangi Kantor Kadin, Ada Apa?

    Senin, 24 Sep 2018 10:30 WIB Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Industri dan Indonesia (Kadin) mengundang Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) ke kantor Kadin.
  • Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Inggris, Ini yang Dibahas

    Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Inggris, Ini yang Dibahas

    Senin, 24 Sep 2018 10:25 WIB "Kami membicarakan sejumlah hal terkait ekonomi, layanan keuangan, bagaimana generasi muda bisa mengakses layanan keuangan,"
  • Harga Emas Antam Hari Ini Rp 658.000/Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Rp 658.000/Gram

    Senin, 24 Sep 2018 10:09 WIB Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 658.000 per gram
  • KAI Beri Diskon Naik Kereta, Bisa Pesan Mulai Hari Ini

    KAI Beri Diskon Naik Kereta, Bisa Pesan Mulai Hari Ini

    Senin, 24 Sep 2018 09:59 WIB KAI memberikan promo khususnya di hari Selasa dan Rabu yang bertemakan "Weekday Lucky Day".
  • Awal Pekan, Dolar AS Galak Lagi ke Rp 14.870

    Awal Pekan, Dolar AS 'Galak' Lagi ke Rp 14.870

    Senin, 24 Sep 2018 09:45 WIB Dari grafik yang ditunjukkan, dolar AS tampak bergerak cukup 'galak' pagi ini setelah pada akhir pekan kemarin sempat menyentuh level Rp 14.815.
  • IHSG Dibuka Melemah di Awal Pekan

    IHSG Dibuka Melemah di Awal Pekan

    Senin, 24 Sep 2018 09:30 WIB Membuka perdagangan, Senin (24/9/2018), IHSG turun 10,7 poin ke 5.946,500.
  • OSO Securities: IHSG Hari Ini Cenderung Melemah

    OSO Securities: IHSG Hari Ini Cenderung Melemah

    Senin, 24 Sep 2018 08:55 WIB Diperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dengan pergerakan di kisaran 5,905 - 5,982.
  • Jawaban Kreatif Pemerintah Soal Pembangunan Jalan di Papua 20Detik

    Jawaban Kreatif Pemerintah Soal Pembangunan Jalan di Papua

    Senin, 24 Sep 2018 08:19 WIB Pembangunan di Papua tidak tepat sasaran? Eits, sebelum mengambil sikap ada baiknya kamu menonton video yang berikut ini loh.
  • Mengenal Orang Terkaya di Malaysia Berharta Rp 197 T Cerita Sukses

    Mengenal Orang Terkaya di Malaysia Berharta Rp 197 T

    Senin, 24 Sep 2018 08:16 WIB Nama pria yang dijuluki Raja Gula dan Sawit dari Asia Tenggara ini telah berulang kali dicatat sebagai yang terkaya di Negeri Jiran. Siapa dia?
  • Pelaku Coret-coret Gerbong MRT Harus Diburu Sampai Ketemu

    Pelaku Coret-coret Gerbong MRT Harus Diburu Sampai Ketemu

    Senin, 24 Sep 2018 07:40 WIB Aksi coret-coret kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta belum lama ini membuat banyak orang geram. Pelakunya harus diburu sampai ketemu.
  • Sudahkah Anda Tertipu Hari Ini? (2)

    Sudahkah Anda Tertipu Hari Ini? (2)

    Senin, 24 Sep 2018 06:56 WIB Dalam artikel ini saya tidak sedang membahas produk investasi tipu-tipuan atau abal-abalan, tapi lebih kepada penipuan yang dilakukan sekelompok orang.
BERITA TERBARU +
  • Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta

    Pemerintah Tawarkan Kawasan Industri di Papua Barat ke Swasta Senin, 24 Sep 2018 10:56 WIB

  • Buwas Sambangi Kantor Kadin, Ada Apa?

    Buwas Sambangi Kantor Kadin, Ada Apa? Senin, 24 Sep 2018 10:30 WIB

  • Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Inggris, Ini yang Dibahas

    Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Inggris, In i yang Dibahas Senin, 24 Sep 2018 10:25 WIB

  • Harga Emas Antam Hari Ini Rp 658.000/Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Rp 658.000/Gram Senin, 24 Sep 2018 10:09 WIB

Most
Popular Most
Popular Sumber: Berita Papua Barat

no image

Posted by On 6:50 AM

Pemerintah Diminta Tunda Rekrutmen CPNS Secara Online di Papua dan Papua Barat

Jeis Montesori / JEM Minggu, 23 September 2018 | 14:19 WIB

Jakarta - Anggota Komisi X DPR Jimmy Demianus Ijie mengatakan, pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara sistem online di Provinsi Papua maupun Papua Barat, sebaiknya ditunda dulu.

Menurut Jimmy, aparatur pemerintah khususnya yang membidangi masalah ketenegakerjaan di daerah paling timur Indonesia itu, banyak yang belum siap memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat asli Papua agar bisa mengikuti dengan baik proses rekruitmen CPNS secara online.

“Ini masalah paling mendasar sehingga menyebabkan masyarakat terutama orang asli Papua dan Papua Barat, tidak memiliki kesiapan yang baik dalam mengikuti program tes CPNS berbasis online,” kata Jimmy kepada SP , Minggu (23/9).

Anggota DPR asal Provinsi Papua Barat tersebut menyebutkan salah satu masalah yang terjadi saat para pelamar CPNS mengajukan foto kopi ijazah untuk di-scan dalam proses rekrutmen, namun oleh petugas Dinas Ketenegakerjaan menyampaikan bahwa ijazah tak sesuai ukuran, sehingga menyebabkan komputer mengalami hang (berhenti tak bisa digunakan).

“Di sini letak masalahnya, pegawai Dinas Tenaga Kerja, seenaknya mengatakan komputer hang, padahal para pencari kerja itu tidak pernah diberi bimbingan oleh instansi terkait,” tandas Jimmy dari Fraksi PDI Perjuangan.

Masalah lain juga menyangkut penguasaan bahasa dan komputerisasi yang belum semuanya orang asli Papua maupun Papua Barat memahami dan menguasainya. Sehingga, kata Jimmy, perlu ada bimbingan tes untuk perekrutan CPNS kepada asli Papua dan Papua Barat yang selama ini terabaikan pendidikan mereka dalam berbagai segi.

Jimmy menyebutkan, Pasal 27 UU 21/2001 tentang Ots us Papua, mengatur bahwa pemerintah provinsi menetapkan kebijakan kepegawaian provinsi dengan berpedoman pada norma, standar dan prosedur penyelenggaraan manajemen Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Pasal 27 tersebut, kata Jimmy, seharusnya ditindaklanjuti dengan payung hukum berupa peraturan pemerintah (PP) atau keputusan presiden (Keppres) yang mengatur secara lebih komprehensif dengan semangat afirmatif tentang bagaimana memberi kesempatan kepada masyarakat asli Papua untuk menjadi PNS.

“Saya mendesak pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah atau keputusan presiden yang mengatur soal kebijakan rekrutmen kepegawaian termasuk promosi-promosi jabatan di lingkungan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten di Papua maupun Papua Barat,” tegas Jimmy.

Jimmy menyebutkan pihaknya pernah memperjuangkan pengangkatan sekitar 2.000 orang asli Papua menjadi CPNS pada tahun 2009-2013. Namun, sampai hari ini perjuangan itu tida k terakomodasi dengan baik, tidak ada titik terang.

“Itu sebab perlu ada peraturan pemerintah untuk mengatur secara afirmatif tentang kebijakan kepegawaian di Papua maupun Papua Barat, sehingga orang-orang asli Papua bisa benar-benar diakomodasi keberadaan mereka untuk bisa hidup lebih baik,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, kalau kebijakan rekrutmen CPNS secara online tetap dipaksakan di Papua dan Papua Barat tanpa dibarengi dengan kebiakan lebih afirmatif bagi orang Papua, maka diakuatirkan hal ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan memojokkan pemerintah Indonesia seolah-olah ada upaya sistematis, masif, dan terstruktur untuk merampas hak-hak orang asli Papua dan Papua Barat untuk menjadi PNS.


Sumber: Suara PembaruanSumber: Berita Papua Barat

no image

Posted by On 2:39 AM

Pemprov Papua Barat evaluasi kehadiran pegawai

Manokwari (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Papua Barat akan mengevaluasi kehadiran pegawai untuk menertibkan pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Sekretaris Daerah Papua Barat, Nataniel Mandacan pada apel gabungan di kantor gubernur, Jumat, geram dengan perilaku aparatur sipil negara (ASN) yang pulang tanpa alasan setelah melakukan absensi elektronik.
"Operator OPD (organisasi perangkat daerah) terkait tolong catat namanya, nanti potong tunjangannya. Tidak boleh seenaknya datang absen lalu pulang lagi," kata Nataniel.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan sejak Agustus 2018 memberlakukan apel gabungan setiap hari. Apel ASN dari seluruh OPD dipusatkan di lapangan apel kantor gubernur.
Bila memungkinkan, kata Sekda, apel gabungan dapat dievaluasi demi efektivitas kinerja setiap OPD.
Menurut Sekda, evaluasi kehadiran serta kinerja pegawai harus dilakukan agar s eluruh ASN konsisten dengan jam kerja, istirahat serta waktu pulang kantor.
Seiring pemberlakuan TPP, kehadiran ASN menjadi salah satu indikator dalam pembayaran tunjangan. Ia berharap, pegawai tak hanya melakukan absensi lalu melalaikan kinerja.
"Pukul 7 sampai pukul 8 pagi adalah batas waktu absensi kehadiran. Selanjutnya mengikuti apel dan melaksanakan aktifitas di kantor masing-masing dan istirahat serta pulang sesuai waktu yang sudah ditentukan," ujarnya.
Saat ini kehadiran masih menjadi andil cukup besar dalam indikator pembayaran TPP. Penetapan indikator sebaiknya dititik beratkan pada kinerja serta mempertimbangkan kebutuhan manusiawi.
"Barangkali indikator kinerjanya harus kita tingkatkan, bisa 50 persen atau 60 persen. Kita juga harus mempertimbangkan saudara-saudara kita yang punya anak kecil, ada diantara kita saat waktu absen mereka harus mengurus anaknya," kata dia lagi.

Pewarta: Toyiban
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Berita Papua Barat

thumbnail

Posted by On 2:39 AM

Capaian imunisasi MR, Papua kalah dari Papua Barat

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
    • Interaktif
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluk u
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
    • Infografis
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Capaian imunisasi MR, Papua kalah dari Papua Barat
  • Sabtu, 22 September 2018 â€" 23:26
  • 659x views
Capaian imunisasi MR, Papua kalah dari Papua Barat “Kit a harus banyak belajar dari Papua Barat terkait dengan pencapaian imunisasi MR Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai saat memberikan keterangan kepada wartawan â€" Jubi/Roy Ratumakin. Roy Ratumakin [email protected] Editor : Jean Bisay LipSus PSI soal sawit ditentang WALHI Features | Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP Kesetaraan gender tak hanya urusan pemerintah Features | Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP Lindungi hak masyarakat adat Features | Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP Belum ada LBH khusus yang tangani anak laki-laki Features | Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi â€" Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai bahwa capaian imunisasi di Papua masih kalah dengan adiknya yaitu provinsi Papua Barat.

Dimana dalam pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (campak dan rubella â€" MR) tersebut Papua Barat telah mencapai 90 persen, sedangkan di Ppaua sendiri baru mencapai 52, 92 persen.

“Kita harus banyak belajar dari Papua Barat terkait dengan pencapaian imunisasi MR. tetapi kita jangan berkecil hati karena capaian kita ini tidak jelek karena secara nasional kita berada di posisi 13 dari 28 provinsi yang ada di Indonesia,” kata Giyai kepada wartawan di kantor Dinas Kesehatan Papua, Jumat (21/9/2018).

Kata Giyai, ada lima faktor penyebab sehingga capaian imunisasi MR tidak berjalan dengan baik dan lancar. Lima faktor tersebut adalah masalah geografis, kemanan, dukungan dana, masalah kematian pasca imunisasi dan masalah isu vaksin yang dianggap haram.

“Kalau masalah geografis karena hampir semua yang ada di wilayah pegunungan Papua harus ditempuh menggunakan pesawat atau helicopter. Kalau untuk kemanan, itu ada di Kabupaten Puncak Jaya dimana ada empat puskesmas yang letaknya di wilayah konflik yang belum selesai hingga kini. Empat puskesmas tersebut adalah Puskesmas Ilu, Puskesmas Tingginambut, Puskesmas Jigoknime, dan Puskesmas Torere,” ujarnya.

Dikatakan, sebagaimana target nasional, wajib anak usia 9 bulan atau kurang dari 15 tahun diberikan imunisasi MR, apalagi di Papua.

“Kenapa Papua lebih ditekankan? Karena di P apua kondisi derajat kesehatan sangat rendah. Rendah karena apa? Papua sangat lemah dari kesehatan lingkungan (sanitasi), Papua masih rendah terhadap Perilaku Hidup Bersih (PHB), untuk itu Papua rentan soal penyakit,” kata Giyai.

Disinggung soal masalah kematian pascaimunisasi, Giyai mengatakan hal tersebut merupakan pemicu sehingga banyak masyarakat di beberapa kabupaten enggan memberikan anaknya untuk diberi imunisasi MR.

“Kasus di Jayawijaya ini yang sedikit membuat kami bekerja keras. Tetapi saya pastikan bahwa yang meninggal itu bukan karena vaksinnya tetapi anak tersebut meninggal karena ada penyakit yang dideritanya sebelum diberikan vaksi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Imunisasi Measles Rubella (campak dan rubella â€" MR) kerap dijadikan tuduhan. Hampir di seluruh Indonesia, sejumlah anak yang meninggal dunia, selalu dikaitkan sebagai akibat dari vaksinasi yang diterima sebelumnya.

Tak hanya di Palembang dan Pontianak, di Papua, A L (9) seorang siswi yang duduk di kelas IV SD Inpres Umpakalo, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia, yang diindikasikan setelah menerima imunisasi Campak (Measles) dan Rubella (MR) di sekolahnya pada Selasa (14/8/2018).

Agustinus Okama Kosay, keluarga korban mengakui pemberitahuan ke pihak sekolah dilakukan mendadak pada Senin (13/8/2018) malam. Bahkan menurutnya, pihak sekolah pun sempat menolak adanya imunisasi karena dianggap mendadak, namun imunisasi tetap dilakukan.

“Undangan atau pemberitahuan ke sekolah disampaikan mendadak, sehingga bagaimana pemberitahuan itu bisa tersampaikan ke seluruh orang tua, sekolah sempat ingin membatalkan, karena setiap anak harus didampingi orang tua sebelum imunisasi,” ujarnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Balai Arkeologi Papua gelar lomba menggambar peta NKRI

Selanjutnya

Dinkes Papua minta perpanjangan waktu pelaksanaan Imunisasi MR

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Aksi Tutup Freeport, Sejumlah Aktivis GARDA-P Ditanggkap.
Senin, 03 September 2018 | 23:41
Diproduksi : West Papua Updates Masyarakat Sipil Papua Menentang Izin Perkebunan Sawit Di Nabire
Jumat, 24 Agustus 2018 | 20:16
Diproduksi : West Papua Updates @agustus2018 Story Map : Enam pelanggaran lingkungan yang dilakukan Freeport
Sabtu, 02 Juni 2018 | 08:45
Diproduksi : JUBI Dominasi Tanah Papua di laga Persebaya VS Persipura
Rabu, 30 Mei 2018 | 11:07
Diproduksi : JUBI Pembunuhan misterius OAP selama tahun 2015-2016
Senin, 28 Mei 2018 | 12:16
Diproduksi : admin MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Senin, 28 Mei 2018 | 04:59
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) ‹ › Terkini
  • Gubernur Papua akan fasilitasi Gubernur Morobe, PNG berkunjung ke Freeport

    Nasional & Internasional â€" Minggu, 23 September 2018 | 16:32 WP
  • Ratusan pengusaha wanita ikut pelatihan digital marketi ng

    Mamta â€" Minggu, 23 September 2018 | 16:16 WP
  • Revisi Perda Miras di Jayawijaya akan perberat sanksi

    Lapago â€" Minggu, 23 September 2018 | 16:06 WP
  • PPID di Papua dinilai belum bekerja maksimal

    Otonomi â€" Minggu, 23 September 2018 | 16:03 WP
  • Polisi kembali amankan puluhan botol milo

    Anim Ha â€" Minggu, 23 September 2018 | 15:53 WP
  • Soal dana hearing, Ketua DPRD: Kenapa harus diributkan

    Anim Ha â€" Minggu, 23 September 2018 | 15:47 WP
  • TNI dan jurnalis bantu fasilitas pendidikan Satap Haleluya Kampung Tarvia

    Jayapura Membangun â€" Minggu, 23 September 2018 | 15:24 WP
  • Serangan ISIS terhadap parade militer menewaskan 29 orang

    Dunia â€" Minggu, 23 September 2018 | 14:15 WP
  • Perompak culik 12 awak kapal Swiss di perairan Nigeria

    Dunia â€" Minggu, 23 September 2018 | 14:04 WP
  • Peraturan rujukan beroba t dinilai sulitkan warga Jatim

    Jawa â€" Minggu, 23 September 2018 | 13:56 WP
Populer Ini tanggapan Lukas Enembe atas pernyataan Sandiaga Uno Polhukam |â€" Kamis, 13 September 2018 WP | 32930x views Kehadiran Koopsau di Biak dinilai akan perpanjang luka OAP Polhukam |â€" Kamis, 13 September 2018 WP | 8974x views Enembe : Puncak Jaya jangan jadi ladang pembantaian manusia Polhukam |â€" Kamis, 13 September 2018 WP | 6482x views Koalisi Prabowo-Sandi Papua solid, ajak Demokrat bergabung Polhukam |â€" Jumat, 21 September 2018 WP | 5933x views Kekerasan aparat kembali tewa skan OAP Koran Jubi |â€" Senin, 17 September 2018 WP | 5639x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Berita Papua Barat

thumbnail

Posted by On 2:39 AM

Jangan Karena Janji Kapolri, Masyarakat Papua Barat Tidak Simpati Pada Jokowi

  • Sumut
  • Sumbar
  • Riau
  • Bengkulu
  • Sumsel
  • Babel
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jabar
  • Jateng
  • Jogja
  • Jatim
  • Kalbar
  • Papua
  • RMOLTV
  • KBP
News Tickers
  • Ini Rekayasa Lalu Lintas Deklarasi Kampanye Damai Dan Parade Asian Para Games, 23 SEPTEMBER 2018 , 05:56:00
  • Jadi Pendukung, FMCB Nilai Jokowi Sudah Jalankan Amanat Pancasila, 23 SEPTEMBER 2018 , 05:32:00
  • Gereja Itu Bernama Abbalove, 23 SEPTEMBER 2018 , 05:13:00
  • Beredar Video TNI Melindungi Mahasiswa Demo Di Medan, 23 SEPTEMBER 2018 , 04:55:00
  • Sandi Dan Zulkifli Blusukan Ke Kampung Jokowi, 23 SEPTEMBER 2018 , 04:28:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Hanura Jangan Karena Janji Kapolri, Masyarakat Papua Barat Tidak Simpati Pada Jokowi

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 01:31:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jangan Karena Janji Kapolri, Masyarakat Papua Barat Tidak Simpati Pada Jokowi

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Net

RMOL. Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor SIP menagih janji Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang disampaikan pada 29 Januari 2018 saat peresmian Markas Polda Papua Barat. "; }); $("#loader").hide(); $("#records").html(string); //$('.records').append(string); },1000); }, }); }); }); Berita Terkait
Kapolri menyampaikan janji bahwa setelah Markas Polda Papua Barat diresmikan Kapolda akan dijabat oleh putra Papua.
"Sudah lebih dari enam bulan janji tersebut disampaikan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda terealisasikan. Karena janji sudah diucapkan langsung oleh Kapolri maka masyarakat Papua Barat menagih janji tersebut bahkan sampai ada demo-demo ke Kantor Propinsi Papua Barat," kata dia kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat Jumat (21/9).
Lebih lanjut Paul menjelaskan bahwa mulai bulan Maret sudah mulai muncul demo-demo yang dilakukan oleh masyarakat adat, organisasi pemuda, organisasi perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
"Mereka mendesak Ketua DPR Propinsi Papua Barat untuk menyurati Kapolri terkait Kapolda berasal dari putra Papua," ungkapnya.
Paul menjelaskan sudah semua lembaga adat mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan ke Kapolri. Lembaga yang sudah mengeluarkan rekomendasi antara lain Dewan Perwakilan Papua Barat, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) dan Lembaga Penelitian Pengkajian dan pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH), Dewan Adat Papua (DAP).
"Ini adalah lembaga-lembaga yang sangat disegani dan dihormati oleh rakyat Papua. Oleh sebab itu kami meminta agar Kapolri segera merealisasikan janjinya," ucapnya mengingatkan.
Paul menambahkan apabila aspirasi masyarakat Papua Barat ini tidak segera direspon cepat oleh Kapolri akan muncul resistensi terhadap pemerintahan Jokowi.
"Masyarakat Papua sekarang ini kan lagi simpati banget dengan Jokowi. Jangan sampai muncul kekecewaan pada Jokowi," pungkasnya. [fiq]

Berita Lainnya Selengkapnya Kubu Jokowi Yakin Pemerintah Tidak Cegah Rizieq Pulang

Kubu Jokowi Yakin Pemerintah Tidak Cegah Ri..

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018

Sikap Hormat Saat Lagu Indonesia Raya Menandakan Jokowi Kurang Wawasan

Sikap Hormat Saat Lagu Indonesia Raya Menan..

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018

Kepala Daerah Masuk Tim Kampanye, Iwan: Ada Indikasi Jokowi Manfaatkan ASN

Kepala Daerah Masuk Tim Kampanye, Iwan: Ada..

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018

Prabowo: Jangan Serahkan Satu Jengkal Tanah Pun Ke Asing<i>!</i>

Prabowo: Jangan Serahkan Satu Jengkal Tanah..

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018

IPW Minta Polda Metro SP3 Kasus Sandi

IPW Minta Polda Metro SP3 Kasus Sandi

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018

Mundur Dari Rais Aam, Ma'ru   f Amin Tegaskan Tetap Kader NU

Mundur Dari Rais Aam, Ma'ruf Amin Tegaskan ..

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018

VIDEO POPULERBENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

FOTO POPULER720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal R amli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Jamu Jago Ambassador Talks Jaya Suprana Show Berita PopulerBerita TerkiniDjoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo

17 September 2018 08:43

Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>

Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar!

22 September 2018 08:30

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi

20 September 2018 15:41

Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka

Golkar: Kedok #2019GantiPresiden Sekarang Terbuka

21 September 2018 10:45

Ini Rekayasa Lalu Lintas Deklarasi Kampanye Damai Dan Parade Asian Para Games

Ini Rekayasa Lalu Lintas Deklarasi Kampanye Damai Dan Parade Asian Para Games

23 September 2018 05:56

Jadi Pendukung, FMCB Nilai Jokowi Sudah Jalankan Amanat Pancasila

Jadi Pendukung, FMCB Nilai Jokowi Sudah Jalankan Amanat Pancasila

23 September 2018 05:32

Gereja Itu Bernama Abbalove

Gereja Itu Bernama Abbalove

23 September 2018 05:13

Beredar Video TNI Melindungi Mahasiswa Demo Di Medan

Beredar Video TNI Melindungi Mahasiswa Demo Di Medan

23 September 2018 04:55

Sandi Dan Zulkifli Bl   usukan Ke Kampung Jokowi

Sandi Dan Zulkifli Blusukan Ke Kampung Jokowi

23 September 2018 04:28

Trending Tag
# JOKOWI
# PUPR
# RIZALRAMLI
# SANDIAGAUNO
# TAWURAN
# TAWURAN,
e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya RMOL Architecture Design Book Fayakhun Media Kit RMOL Sumber: Berita Papua Barat