Liputan 24 Papua Barat | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 12:08 AM

Anak-anak lima distrik di Sorong minim pendidikan

Sorong (ANTARA News) - Sedikitnya ada lima distrik di Kabupaten Sorong, Papua Barat yang penduduk usia anaknya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga TP-PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, saat ditemui di
sela-sela acara Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja di Kabupaten Sorong, Kamis, mengemukakan lima distrik tersebut adalah Sengkeduk, Botain, Klabot, Klaso dan Salawati Selatan.
"Daerah terpencil dalam hal ini distrik terjauh memang agak miris soal pendidikan," kata Junita.
Pemerataan pendidikan masih menjadi masalah di Sorong. Pasalnya meski pendidikan sudah gratis, namun siswa dari sejumlah distrik yang berada jauh dari kota, harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal untuk menuju sekolah mereka.
"Untuk distrik terjauh, biaya transportasinya mahal (untuk menuju sekolah di ibukota distrik), " katanya.
Adanya bus gratis untuk transportasi anak sekolah pun tidak banyak membantu bagi anak-anak yang tinggalnya di distrik terpencil. Pasalnya kendaraan ini hanya beroperasi di ibukota kabupaten saja.
Selain itu di sejumlah distrik di Sorong, kata Junita, permasalahan lainnya adalah jumlah tenaga pendidik masih sangat sedikit.
"Mereka (anak-anak di distrik terjauh) sangat kurang tersentuh pendidikan. Tenaga pendidik tidak ada di tempat karena kurangnya fasilitas seperti tempat tinggal, air bersih. Lalu mungkin masyarakatnya tidak welcome dengan para pendidik sehingga membuat mereka tidak nyaman," katanya.
Pihaknya mengimbau agar pemerintah daerah setempat segera membangun infrastruktur jalan hingga ke distrik terjauh. Karena menurut dia, dengan infrastruktur yang memadai, ia meyakini akan memudahkan anak-anak Papua di Sorong untuk mengenyam pendidikan.
"Agar infrastruktur jalannya bisa diperhatikan oleh pemerintah sehingga akses jalan bi sa tembus sampai pada distrik terjauh," katanya.
Baca juga: 1500 pelajar di Sorong pecahkan rekor transaksi uang elektronik terbanyak
Baca juga: Hampir seluruh guru perempuan, SD Inpres Sorong dikunjungi 22 dubes

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Google News | Liputan 24 Sorong

thumbnail

Posted by On 12:08 AM

Warga Manokwari Kini Bisa Menikmati BBM Pertamax

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Manokwari dan sekitarnya kini bisa menikmati bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. Ini setelah PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melakukan peluncuran perdana BBM jenis Pertamax, di Manokwari yang disalurkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) CODO 83.983.02 Sowi, Manokwari Selatan.

Sales Executive Retail Pertamina Wilayah Papua Barat, Arthur Kemal Pamungkas mengatakan, kehadiran Pertamax di Manokwari merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan dengan menyediakan BBM yang berkualitas.

"Diluncurkannya produk Pertamax di Manokwari melengkapi produk-produk BBM yang telah ada di Manokwari sebelumnya, khususnya di SPBU Sowi yang resmi beroperasi September lalu," kata dia, Selasa (17/10/2018).

SPBU CODO 83.983.02 Sowi akan melayani konsumen dengan menyediakan produk Premium, Pertalite, Solar, dan Dexlite, dan kini juga melayani jenis Pertamax.

"SPBU 83.983.02 Sowi menjadi SPBU pertama dan saat ini merupakan satu-satunya yang menjual Pertamax di Manokwari," tutur dia.

Arthur menjelaskan Pertamax adalah jenis BBM berkualitas tinggi yang mempunyai oktan 92 yang membuat mesin lebih bertenaga sehingga cocok untuk geografis Manokwari yang memiliki banyak tanjakan.

Pertamax juga mempunyai kandungan formula Ecosave Technology yang sangat baik untuk perawatan mesin. Selain itu, Pertamax memiliki emisi gas buang paling rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

"Selain lebih bagus untuk mesin kendaraan dan lingkungan, Pertamax sangat cocok digunakan di Manokwari yang banyak jalan tanjakan,” ujarnya. “Pokoknya, Pertamax trada lawan di Manokwari,” dia menandaskan.

2 dari 2 halaman

Harga Pertamax di Jakarta Naik Rp 900 per Liter

20160315-Hore, Harga BBM Pertamina Turun Rp 200 Per Liter-Jakarta
Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax Cs dan Solar nonsubsidi. Khusus di Jakarta, kenaikan harga Pertamax Cs kurang lebih Rp 1.000 per liter.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut untuk Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar non subsidi.

"Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar bersubsidi dan Pertalite tidak naik," k‎Ata Arya, di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Kenaikan ini berbeda beda untuk setiap daerah. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp 11.850 per liter.

Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, kenaikan ini cukup besar. Untuk Pertamax kenaikannya mencapai Rp 900 dari harga awal Rp 9.500 per liter.

Sedangkan untuk Pertamax Turbo kenaikannya mencapai Rp 1.550 dari harga sebelumnya Rp 10.700 per liter. Untuk Pertamina Dex kenaikannya mencapai Rp 1.350 dari harga sebelumnya Rp 10.500 per liter.

Meskipun telah mengalami kenaikan, harga Pertamax CS masih jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM yang dijual oleh Shell.

Perusahaan minyak asal Belanda tersebut menjual BBM jenis Super dijual Rp 10.500 per liter, V-Power Rp 12.350 per liter dan Diesel Rp 11.950 per liter.